ATM?
saya ngak punya ATM…
saya ngak punya ATM…
Punya Blog dengan Tagline Menggapai Bintang rasanya sulit untuk diuraikan dengan kata-kata, coba bayangkan berapa banyak kata-kata yang harus saya rangkai sehingga saya bisa sampai ke bintang pada waktu malam hari di langitan sana.
Apapun slogan ataupun moto yang kita punya sudah barang tentu mempunyai maksud, tujuan serta alasan, seperti yang dikatakan Si Ratu dangdut blog detik Lies Surya, alasan kenapa memilih Blog dengan nama easy, karena kalau menggunakan nama “SBY” kuatir diwajibkan membayar pajak. “Saya menggunakan easy karena saya ingin menjalani hidup dengan easy, masalah seberat apapun, harus dijalanin take it easy aja”, katanya.setelah menerima award di pasar bloggers kemarin.
Berbicara tentang Bintang memang tiada habisnya apalagi soal bintang film, bintang dangdut dan bintang –bintang lainnya, rasanya mas bintang9 yang lebih tau dari pada saya ha..ha..
Waktu itu memang Bintang selalu hadir dalam mimpi tidur saya dimalam hari, saking seringnya Tagline di Blog ini pun saya beri nama Bintang, Menggapai Bintang, rasanya sangat tidak beralasan bintang yang berada dilangit itu bisa saya gapai, setahu saya baru Neil Amstrong orang pertama didunia yang pernah kakinya berada dibulan. (kalau kakiku berada di bintang, jadi orang pertama neh didunia, yang bisa ke bintang..ah bisa aja).
Sudah beberapa malam ini saya tidak lagi bermimpi basah, jadi kangen juga sama iklan bintang sabun mandi, biasanya kalau kangen, saya langsung ke kamar mandi jendela kamar mengintip sang bintang kejora itu yang berada nun jauh diatas sana, tapi udah beberapa hari ini di kota Pangkalan Kerinci tempat saya mencari nafkah itu lagi musim kabut asap, jadi jangankan mau melihat bintang dilangit, melihat rumah tetangga sebelahpun tidak kelihatan sama sekali, maklum udah menjadi langganan seperti banjir akibat dari ditebangnya pohon kayu secara Ilegal (Ilegal Logging), kabut asap inipun terjadi karena pembakaran kayu/lahan dimusim panas meminjam istilah mas zfly HOT SPOT.
Keesokan harinya Rasa kangen berangsur stabil setelah mas bintang9 mengunjungi blog saya dan memberikan komentarnya yang mencerahkan itu, dan pada saat itu pula terdengar suara anak kecil sedang menyanyikan lagu bintang kecil dilangit yang biru. Ternyata Suara itu adalah Suara Anak saya, Suara yang selama ini saya rindukan, tanpa disadari sebenarnya bintang itu telah saya gapai?………
Oh..ya…mungkin sahabat blogger bisa membantu saya menterjemahkan arti mimpi tentang bintang ini?…
Wajah sedih bercampur malu terlihat jelas di wajah Nurbaiti (50) ketika mengetahui anaknya Ronny (22) mengamili kekasihnya Yuli (20).
Nurbaiti yang sehari-hari berprofesi sebagai ibu rumah tangga sangat malu atas perbuatan anak ke-4 nya itu, karena perbuatan anaknya diibaratkannya seperti melemparkan tahi di mukanya, karena omongan dan cacian masyarakat yang tak bosan-bosannya membicarakan tentang kehamilan diluar nikah itu (biasalah di kampung, kepedulian masyarakat masih sangat kuat termasuk juga kepedulian mereka membicarakan kejadian ini).
Sejak kematian suaminya 5 tahun lalu, Nurbaiti sang Janda tua ini harus menanggung beban hidup ke lima anaknya (1 perempuan 4 laki-laki), anak pertama udah berkeluarga, anak kedua masih mencari kerja, anak ketiga juga belum bekerja, anak keempat dan kelima masih berstatus Mahasiswa di Perguruan Tinggi Pekanbaru Riau, walaupun beban yang dipikul teramat berat baginya namun uang pensiunan pegawai negeri golongan rendah peninggalan almarhum suaminya sedikit meringankan beban yang berat itu. Beban menghidupi dan menyekolahkan anak-anaknya belum seberapa berat yang ia rasakan, namun kejadian memalukan ini amat terasa berat baginya. Beban menanggung malu.
Beban menanggung malu ini bukan hanya karena perbuatan anaknya (Ronny) menghamili anak gadis orang tetapi anak ketiganya Andy (24) juga mencorengkan muka Ibundanya karena tertangkap memakai dan mengedarkan daun haram (ganja) dan dipenjara selama 2 tahun 8 bulan di LP Pekanbaru.
Deretan Peristiwa nyata ini dialaminya mulai dari kematian suami, anak ketiganya pecandu narkoba dan anak ke empatnya suka dengan pergaulan bebas sehingga mengamili gadis diluar nikah, semakin lengkaplah penderitaannya (sorry meminjam ungkapan orang tua-tua sudah jatuh tertimpa tangga).
Dosa apakah yang diperbuat si janda ini sehingga ia harus menerima kejadian demi kejadian yang mencorengkan raut mukanya yang udah mulai berkeriput itu.
Terlepas dari itu disadari atau tidak, apapun yang kita kerjakan diatas dunia ini baik itu amal kebaikan maupun hari-harinya bergelimang dengan maksiat dan dosa, tidak perlu menunggu kedatangan hari kimat pun sudah bisa merasakan langsung akibat perbuatannya itu didunia.
Hari Jumat pagi (21/11) saya mendapatkan surprise dari teman blogger windrey dan si cantik ini memberikan Award, kayaknya seumur hidup baru pertama kali ini saya mendapatkan Award tentunya perasaan senang bercampur bahagia ya..ha.ha..
Jadi bingung juga neh, blog yang rada miskin posting ini bisa dapat Award, penghargaan yang tinggi dan terima kasih saya special buat windrey yang telah memilih blog ini mendapatkan penghargaan Brillante-Award-Premio 2008. Semoga jalinan persahabatan kita sesama blogger lebih mesra lagi gito, he..he..he…
Nah, sekarang saya memberikan apresiasi Award ini kepada 7 blogger yang beruntung.
So here are my nominess :
Kepada 7 nama diatas mohon mengikuti 4 hal yang saya tulis berikut :
1. Put the award logo on your blog
2. Add the link of the person who gave this award
3. Nominate another seven bloggers
4. Leave message to the nominees
Terima kasih atas penghargaan awardnya, tetap semangat ngeblog dan terus berkarya…
Enjoy and Happy blogger
Si Bono tiba-tiba saja menjadi pusat perhatian banyak orang, “orang ganteng ini memang sedang di promosikan”, ada yang mulai melirik, ada yang malu-malu (malu kucing nih) ada juga yang takut ketemu tapi mau.
Si Bono yang satu ini bukan orang Jawa loh….tapi dia bertempat tinggal di Sungai Kampar Sumatera sana, tepatnya di antara Kecamatan Teluk Meranti dan Kuala Kampar Kabupaten Pelalawan Riau.
Kalau saya pulkam ke Kuala Kampar untuk liburan atau berlebaran dikampung halaman, saya harus melewati dulu kampungnya si Bono ini karena jalan darat belum siap untuk dilalui (katanya sih pada tahun 2009 udah bisa dilalui).
Dengan menumpang speed boad dari Jembatan Pangkalan Kerinci Ibukotanya Kab. Pelalawan kita melayari sungai Kampar ke hilir menuju Teluk Meranti hingga ke Kampung saya Kuala Kampar, akan memberikan suatu pengalaman yang tidak akan kita temui di sungai manapun di Indonesia ini. Selain disajikan panorama yang indah di sepanjang pinggiran sungai, pada waktu tertentu kita juga akan bertemu dengan si Bono.
Bono adalah alunan gelombang besar yang terjadi bersamaan dengan pasang naik dan pasang surut dengan ketinggian puncak gelombangnya mencapai 4-6 meter. Rentangan gelombang tersebut hampir selebar sungai Kampar. Gelombang ini terjadi akibat benturan tiga arus air yang berasal dari Selat Melaka, Laut Cina Selatan dan Aliran air Sungai Kampar yang berbenturan di muara Sungai Kampar dengan menimbulkan gelombang besar yang menggulung dan menghempas jauh kedalam sungai sehingga dapat menggulung dan menenggelamkan speed boat serta kapal besar maupun kecil.
Paman saya pernah ditenggelamkan oleh gelombang Bono ini, syukurlah beliau selamat tapi para penumpang lainnya ada yang tidak bisa diselamatkan nyawanya. Biasanya setiap tahunnya ada saja nyawa melayang karena antaman gelombang Bono ini. Untuk itu jika sedang berada di sekitar daerah Bono, kemudian terdengar suara deru gelombang yang menggemuruh dari arah muara sungai, segeralah bersiap-siap mencari perlindungan ditempat yang aman atau kembali kedarat dengan sekaligus membawa speed boat agar tidak di gulung oleh Bono.
Menurut legenda, konon Bono disungai Kampar adalah Bono Jantan, dulunya Bono ini berjumlah 7 ekor dan yang satunya ditembak oleh orang Belanda sehingga yang tinggal sekarang hanya 6 ekor. Bagi masyarakat tempatan yang sudah terbiasa dengan kedatangan Bono, kedatangan Bono disambut dengan memacukan kapal motornya meluncur ke lidah ombak di punggung Bono bagaikan pemain selancar, antraksi ini oleh penduduk tempatan disebut “BEKUDO BONO” karena mirip dengan antraksi yang sedang berusaha menjinakkan kuda liar, Bono ini dapat dilihat pada setiap bulan pada saat terjadinya pasang besar, namun pada akhir tahun atau pada musim barat, Bono akan terjadi lebih besar lagi.
Inilah salah satu fenomena alam kita, kalau dikembangkan bisa dijadikan objek wisata yang menarik untuk di kunjungi oleh wisatawan lokal maupun mancanegara. (sumber foto Dinas Pariwisata Kab. Pelalawan)