kepada tuhan dimanapun berada

25 Jul 2011

orang awam sekarang tak perlu kata-kata apalagi bersilat lidah dengan rangkaian tiori-tiori, yang penting bagi mereka adalah contoh tauladan secara keseluruhan.

karena prilaku satu dua orang yang bikin rusak, semuanya jadi rusak, demikian yang disampaikan ustaz saiful amin saat memberikan ceramah dihadapan puluhan pimpinan daerah muhammadiyah kabupaten pelalawan periode 2010-2015 yang baru saja di kukuhkan, kebetulan saya ikut hadir dalam acara tersebut dan juga ikut dilantik sebagai pengurus harian muhammadiyah di majelis pustaka dan informasi.

penceramah yang juga dosen UIN pekanbaru ini menyampaikan gara-gara satu dua orang yang bermasalah bisa mengakibatkan citra institusi/lembaga menjadi rusak, ceritanya, di Jakarta dulu ada seorang nenek cucunya masuk rumah sakit, kenapa? karena demam berdarah dilarikan dirumah sakit swasta sampai dirumah sakit swasta diobati dua hari disitu pulang, sebelum pulang dikasi kwitansi pembayaran dia tak punya duet, hitung-hitung duet kurang lima ratus ribu.

bingung nenek tadi kemana mau cari duet itu, pinjam ke jiran tetangga, jiran tetangga miskin semua, pinjam ke adek beradik sama miskinnya, akhirnya apa kata nenek tadi itu, nenek mau nulis surat kepada tuhan, untuk apa kata cucunya, mau minta duet 500 ribu kata nenek itu, ngak mungkin nek kata cucunya, tuhan itu bukan seperti pemerintah indonesia yang bisa ngasi BLT ke kita, gak bisa nek kata cucunya lagi, nenek itu bilang tak ada yang mustahil, nenek itupun menulis surat kepada tuhan, kepada tuhan dimanapun berada tulis nenek itu diatas kertas putih saya perlu duet 500 ribu tuhan, tolong bantu saya tuhan, lalu ditandatanganinya surat itu.

surat dimasukkan dalam amplop dan surat itu ditujukan kepada tuhan dimanapun berada, dibelakang surat alamat nenek itu lengkap dan di kasi stempel oleh tukang pos, karena udah dikasi stempel maka menjadi kewajiban tukang pos untuk mengantarkan surat itu kealamat, yang mengantar surat itu bingung karena tukang pos pun gak tau mau diantar kemana surat nenek itu, rupanya ada tukang pos yang pintar, kita antar saja surat nenek ini ke mesjid karena mesjid rumah tuhan kata tukang pos itu, lantas diantar kemesjid sampai dimesjid memang betul kami mengurus rumah tuhan kata pengurus mesjid itu tapi kami juga tidak tau dimana alamat tuhan.

rupanya ada tukang pos yang lebih pintar dari yang tadi, antar kekantor polisi aja kata tukang pos yang pintar itu, kok gitu? kata temannya, sebab pak polisi yang lebih tahu alamat yang tidak lengkap, lalu diantar sampai di kantor polisi kebetulan komandannya orang baik-baik, dibukanya surat nenek itu, adik-adik sekalian ini ada surat dari nenek, kita bantu karena asli bhayangkara harus kita bantu dari saya 200 ribu, ada yang ngasi 10 ribu ada yang ngasih 20 ribu berdasarkan pangkat dan kepemilikan duet dan dihitung duet berjumlah 450 ribu, lalu ditanya kepada bintara-bintara dan tantama anak buahnya komandan tadi, gimana ini kurang 50 ribu duetnya, udah antar aja ke nenek itu masak nenek itu 50 ribu gak ada kelewatan benar nenek itu, jawab bintara itu.

anda berdua antar kerumah nenek ! kata komandan polisi itu, alamatnya ada, surat dengan duet, sampai dirumah nenek itu, ternyata nenek itu masih dirumah sakit, polisi meninggalkan surat kepada jiran tetangga nenek, kata polisi ini bantuan dari kami untuk nenek itu, tolong berikan kepada nenek.

polisi berdua itu pun pulang dan nenek datang, lantas jiran tetangga itu memberikan surat dan duet itu kepada nenek tadi, dilihatnya ada duet dan langsung nenek lari kerumah sakit, sampai dirumah sakit apa kata nenek kepada cucunya kalau kita minta duet kepada tuhan, tuhan pasti berikan, coba tengok ini dibuka memang ada duet , coba hitung cucu kata nenek, setelah dihitung cucunya bilang ada 450 ribu duetnya nek, jadi nenek minta berapa sama tuhan tanya cucunya, nenek minta sama tuhan 500 ribu, tapi kenapa yang ada 450 ribu nek?

apa kata nenek itu kepada cucunya itulah polisi indonesia, hahahaha, saya mohon maaf kata penceramah itu kepada pak polisi yang kebetulan hadir di acara tersebut.

benar kata peribahasa klasik ini karena nila setitik, rusak susu sebelanga, karena kesalahan kecil, menghilangkan semua kebaikan yang telah diperbuat.

.


TAGS muhammadiyah nenek peribahasa polisi surat nenek ceramah


-

Author

Follow Me