Si Bono

Si Bono tiba-tiba saja menjadi pusat perhatian banyak orang, “orang ganteng ini memang sedang di promosikan”, ada yang mulai melirik, ada yang malu-malu (malu kucing nih) ada juga yang takut ketemu tapi mau.
Si Bono yang satu ini bukan orang Jawa loh….tapi dia bertempat tinggal di Sungai Kampar Sumatera sana, tepatnya di antara Kecamatan Teluk Meranti dan Kuala Kampar Kabupaten Pelalawan Riau.

Kalau saya pulkam ke Kuala Kampar untuk liburan atau berlebaran dikampung halaman, saya harus melewati dulu kampungnya si Bono ini karena jalan darat belum siap untuk dilalui (katanya sih pada tahun 2009 udah bisa dilalui).

Dengan menumpang speed boad dari Jembatan Pangkalan Kerinci Ibukotanya Kab. Pelalawan kita melayari sungai Kampar ke hilir menuju Teluk Meranti hingga ke Kampung saya Kuala Kampar, akan memberikan suatu pengalaman yang tidak akan kita temui di sungai manapun di Indonesia ini. Selain disajikan panorama yang indah di sepanjang pinggiran sungai, pada waktu tertentu kita juga akan bertemu dengan si Bono.

Bono adalah alunan gelombang besar yang terjadi bersamaan dengan pasang naik dan pasang surut dengan ketinggian puncak gelombangnya mencapai 4-6 meter. Rentangan gelombang tersebut hampir selebar sungai Kampar. Gelombang ini terjadi akibat benturan tiga arus air yang berasal dari Selat Melaka, Laut Cina Selatan dan Aliran air Sungai Kampar yang berbenturan di muara Sungai Kampar dengan menimbulkan gelombang besar yang menggulung dan menghempas jauh kedalam sungai sehingga dapat menggulung dan menenggelamkan speed boat serta kapal besar maupun kecil.

Paman saya pernah ditenggelamkan oleh gelombang Bono ini, syukurlah beliau selamat tapi para penumpang lainnya ada yang tidak bisa diselamatkan nyawanya. Biasanya setiap tahunnya ada saja nyawa melayang karena antaman gelombang Bono ini. Untuk itu jika sedang berada di sekitar daerah Bono, kemudian terdengar suara deru gelombang yang menggemuruh dari arah muara sungai, segeralah bersiap-siap mencari perlindungan ditempat yang aman atau kembali kedarat dengan sekaligus membawa speed boat agar tidak di gulung oleh Bono.

Menurut legenda, konon Bono disungai Kampar adalah Bono Jantan, dulunya Bono ini berjumlah 7 ekor dan yang satunya ditembak oleh orang Belanda sehingga yang tinggal sekarang hanya 6 ekor. Bagi masyarakat tempatan yang sudah terbiasa dengan kedatangan Bono, kedatangan Bono disambut dengan memacukan kapal motornya meluncur ke lidah ombak di punggung Bono bagaikan pemain selancar, antraksi ini oleh penduduk tempatan disebut “BEKUDO BONO” karena mirip dengan antraksi yang sedang berusaha menjinakkan kuda liar, Bono ini dapat dilihat pada setiap bulan pada saat terjadinya pasang besar, namun pada akhir tahun atau pada musim barat, Bono akan terjadi lebih besar lagi.
bono2

Inilah salah satu fenomena alam kita, kalau dikembangkan bisa dijadikan objek wisata yang menarik untuk di kunjungi oleh wisatawan lokal maupun mancanegara.
@sumber foto http://www.pelalawankab.go.id/


Jadilah orang pertama yang menyukai tulisan ini
Apakah anda menyukai tulisan ini ?
Share and Enjoy:
  • Facebook
  • Google
  • TwitThis
  • E-mail this story to a friend!
  • LinkedIn
  • Print this article!

58 Responses to “Si Bono”

Trackbacks

  •